Selasa, 18 Oktober 2016

ASHMA

DEFINISI ASMA
Asma adalah gangguan jalan nafas reaktif kronis termasuk obstruksi jalan nafas episodik dan obstruksi jalan nafas reversible akibat bronkospasme, peningkatan sekresi mucus, dan edema mukosa.
 Asma adalah suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran nafas yang menyebabkan hipereaktifitas bronkus terhadap berbagi rangsanan yang ditandai dengan gejala epidosik berulang berupa mengi, batuk, sesak nafas dan rasa berat didada terutama di malam hari dan atau dini hari yang umumnya bersifat reversible baik dengan atau tanpa pengobatan
 
 
Asma dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu :
1.    Asma alergik (Ekstrinsik)
Merupakan suatu bentuk asma dengan allergen seperti bulu binatang, debu, ketombe. Bentuk asma ini biasanya di mulai dari kanak – kanak.
2.    Idiopatik atau nonalergik asma (Intrinsic)
Tidak berhubungan secara langsung dengan allergen spesifik, saluran nafas atas, aktifitas, emosi/stress dan polusi lingkungan akan mencetuskan  serangan
 
3.    Asma Campuran
Merupakan bentuk asma yang paling sering. Di karakteristikan dengan bentuk ke dua jenis asma alergik dan ideopatik atau nonalergik 
 
 
2.2 ETIOLOGI
a.       Zat allergen
Adalah zat-zat tertentu yang bila diisap atau dimakan dapat menimbulkan serangan asma misalnya debu rumah, tengau debu rumah( dermatophagoides pteronissynus), spora, jamur, bulu kucing, bulu binatang , beberapa makanan lau
 
b.      Infeksi saluran pernapasan ( respiratorik )
Infeksi saluaran pernapasan terutama disebabkan oleh virus. Virus influenza merupakan salah satu faktor pencetus yang paling sering menimbulkan asma.
c.       Olahraga / kegiatan jasmani yang berat.
Sebagin penderita asma akan mendapatkan serangan asma bila melakukan olaharaga atau aktivitas fisik yang berlebihan. 
d.      Perubahan suhu udara (udara dingin, panas, kabut)
Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi Asma.
 
e.        Memiliki kecenderungan alergi obat-obatan
Beberapa klien denga asma sensitif atau alergi terhadap obat tertentu seperti penisilin, salisilat beta bloker, kodein,dan sebainya.
 
f.      Riwayat keluarga (factor genetic) Orang tua menderita asma
g.      Lingkungan pekerajan
Lingkungan kerja merupakan factor pencetus yang menyumbang 2- 15% klien dengan asma.
   
2.3  MANIFESTASI KLINIS
a.     Serangan tiba-tiba yang diawali dengan batuk-batuk dan sesak nafas
b.     Wheezing
c.      Ekspirasi lebih panjang
d.     Kontraksi otot-otot bantu pernapasan
e.      Hypoksemia dan sianosis
      f.       Keletihan


2.4  PATOFISIOLOGI
Suatu serangan asma timbul karena seseorang yang atopi terpapar dengan allergen yang ada di lingkungan dan membentuk immunoglobulin (Ig) E, allergen yang masuk akan ditangkap oleh makrofag yang bekerja sebagai antigen presenting sel (APC), allergen tersebut dipresentasikan ke sel Th. Sel Th memberikan signal kepada sel B dengan dilepaskannya interlukin 2 (IL-2) untuk berproliferasi menjadi sel plasma dan membentuk IgE.
IgE yang terbentuk akan diikat oleh mastosit yang ada dalam jaringan dan basofil yang ada dalam sirkulasi.
 Mediator tersebut menyebabkan timbulnya tiga reaksi utama yaitu: kontraksi otot-otot polos baik saluran nafas yang besar ataupun yang kecil yang akan menimbulkan bronkospasme, peningkatan permeabilitas kapiler yang berperan dalam terjadinya edema mukosa yang menambah semakin menyempitnya saluran nafas. Peningkatan sekresi kelenjar mukosa dan peningkatan produksi mucus. Tiga reaksi tersebut menimbulkan gangguan ventilasi, distribusi ventilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru dan gangguan difusi gas ditingkat alveoli, akibatnya akan terjadi hipoksemia, hiperkapnea dan asidosis pada tahap yang sangat lanjut
 
.
2.6  KOMPLIKASI
Berbagai komplikasi menurut Mansjoer (2008) yang mungkin timbul adalah :
a.    Pneumothoraks
Pneumothoraks adalah keadaan adanya udara di dalam rongga pleura yang dicurigai bila terdapat benturan atau tusukan dada.
 
b.    Pneumomediastinum
Pneumomediastinum dari bahasa Yunani pneuma “udara”, juga dikenal sebagai emfisema mediastinum adalah suatu kondisi dimana udara hadir di mediastinum.
c.    Atelektasis
Atelektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru
akibat penyumbatan saluran udara  
d.   Aspergilosis
Aspergilosis merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh jamur dan tersifat oleh adanya gangguan pernapasan yang berat.
e.    Gagal napas
Gagal napas dapat tejadi bila pertukaran oksigen terhadap karbodioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju konsumsi oksigen dan pembentukan karbondioksida dalam sel-sel tubuh.
 
f.     Bronkhitis
Bronkhitis atau radang paru-paru adalah kondisi di mana lapisan bagian dalam dari saluran pernapasan di paru-paru yang kecil (bronkhiolis) mengalami bengkak. Selain bengkak juga terjadi peningkatan produksi lendir (dahak).
 
 
2.7  PEMERIKSAAN PENUNJANG
a.       Analisa Gas Darah ( AGD / astrup ).
Hanya dilakukan pada serangan asma berat karna terdapt hipoksia, hiperkapnea, dan asidosis respiratorik.
b.      Sputum
Pewarnaan gram penting untuk melihat adanya bakteri, cara tersebut kemudian diikuti kultur dan uji resistensi terhadap beberapa antibiotik.  
c.       Sel eosinofil
Sel eosinofil pada klien dengan status asma dapat mencapai 1000 – 1500  / mm3 . sedangkan hitung eosinofil normal antara 100 – 200/mm3 .Perbaikan fungsi paru disertai penurunan hitung jenis sel eosinofil menunjukan pengobatan telah tepat.
d.      Pemerikasaan darah rutin dan kimia
Jumlah sel leukosit yang lebih dari 15.000/ mm3 terjadi karena adanya infeksi. SGOT dan SGPT meningkat disebabkan kerusakan hati akibat hipoksia atau hiperkapnea.
e.      Pengukuran fungsi paru ( Spirometri )
Menilai derajat obstruksi pada asma, kapasitas vital mungkin belum menurun, tapi bila serangan asma makin berat FVC akan turun karena sebagian udara yang harus dikeluarkan terjebak dalam paru-paru.
f.        Tes provokasi bonkus
Tes ini dilakukan pada spirometri internal.penurunan FEV sebesar 20 % atau lebih setelah tes provokasi dan denyut jantung 80 – 90% dari maksimum dianggap bermakna bila menimbulkan penurunan PEFR 10% atau lebih.
g.       Pemerikasaan kulit
Untuk menunjukan  adanya antibody IgE hipersensitif yang spesifik dalam tubuh.
h.      Pemeriksan radiologi
Hasil pemeriksan radiologi dari klien dengan asma biasanya normal, tetapi prosedur ini tetap dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya proses patologi di paru atau komplikasi asma seperti pneumatoraks, pneumomediastinum, atelektasis, dan lain – lain
  2.8  PENATALAKSANAAN
a.       Farmakologi
 1.    Memberikan oksigen pernasal
 2.    Antagonis beta 2 adrenergik (salbutamol mg atau fenetoral 2,5 mg atau terbutalin 10 mg)
3.    Aminophilin intravena 5-6 mg per kg, jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam sebelumnya maka cukup diberikan setengah dosis. 
4.    Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg intravena jika tidak ada respon segera atau dalam serangan sangat berat25 
5.    Bronkodilator, untuk mengatasi obstruksi jalan napas, termasuk didalamnya golongan beta adrenergik dan anti kolinergik.
b.      Pengobatan secara sederhana atau non farmakologis
 1.    Fisioterapi dada dan batuk efektif membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik
 2.    Latihan fisik untuk meningkatkan toleransi aktivitas fisik 
3.    Berikan posisi tidur yang nyaman (semi fowler) 
4.    Anjurkan untuk minum air hangat 1500-2000 ml per hari 
5.    Usaha agar pasien mandi air hangat setiap hari 
6.    Hindarkan pasien dari faktor pencetus.
 B.  DIAGNOSA KEPERAWATAN  
1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sekret 
2.      Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan bronkospasme
3.      Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan suplai oksigen
4.      Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan utama atau imunitas Cemas berhubungan dengan kurangnya tingkat pengetahuan Gangguan pola tidur berhubungan dengan batuk yang berlebih
5.      Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik
     6.      Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan    dispnea 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar